Megawati Mempersiapkan Ahok Menjadi Gubernur Sumut 2018-2023

Ahok Menjadi Gubernur Sumut

Ahok Menjadi Gubernur Sumut tahun 2018 akan diadakan Pilkada dibeberapa daerah. Salah satu yang mengikuti Pilkada 2018 adalah daerah Sumatera Utara. Pilkada di Sumut akan memilih Cagub dan Cawagub pada periode 2018 – 2023. Pilkada 2018 sudah didepan mata, tetapi untuk Kota Medan belum tampak calon-calon yang hendak mengikuti Pilkada ini. Para calon masih tampak malu-malu, tidak seperti Jakarta yang tampak hingar bingar hanya untuk mengalahkan seorang namanya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pak Ahok, bila Jakarta menolakmu, Kota Medan sangat membutuhkanmu. Kota Medan butuh orang seperti anda untuk merubah Kota Medan. Lihat saja Gubernur Kota Medan sudah silih berganti “berkunjung” ke KPK, katanya sih untuk meninjau lapangannya. Birokrasi Kota Medan seakan jalan ditempat. Banyak warga yang terpaksa terpinggirkan oleh karena carut marutnya birokrasi di Kota Medan ini.

Masyarakat Medan tidak melihat perubahan. Rakyat tidak tahu mau mengadu kemana lagi. Kalau Pak Ahok masih selalu menyempatkan diri menemui warga yang sudah menantinya selalu di Balai Kota. Jarang sekali pejabat yang mau meluangkan waktunya untuk mendengar keluh kesah rakyatnya, yang ada hanyalah saya raja dan loe ada rakyat jelata. Banyak pejabat hanya mementingkan diri sendiri dan memperkaya dirinya.

Bisa dilihat dari banyak pejabat yang tertangkap oleh penegak hukum, Kejaksaan ataupun KPK. Pak Ahok, rakyat Jakarta pasti sangat menginginkanmu untuk memimpin kembali Kota Jakarta, tetapi apabilapun tidak terpilih oleh karena dirimu di curangi dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini maka pintu Kota Medan sangat terbuka untukmu. Saya yakin warga Medan akan menyambutmu dengan antusias.

Apakah Bisa Ahok Menjadi Gubernur Sumut ?

Medan perlu penataan. Lihatlah berapa banyak anggota DPRD nya yang saat ini terjerat hukum dan sedang di proses di KPK bahkan sebagian sudah di vonis dan menjalani hukuman. Lihatlah angka partisipasi masyarakat Kota Medan sewaktu Pilkada Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota tahun 2015 hanya 20%. Parahnya lagi partisipasi masyarakat untuk ikut Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2013 di Sumatera Utara (Sumut) hanya 36,62% sedangkan yang golput 63,38% saja yang memberikan hak pilih.

Bukankah ini cerminan rakyat Medan yang sebenarnya menolak pemimpin yang ada saat ini ? Masyarakat Medan sudah jemu dan bosan melihat tingkah para pejabat yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan masyarakat. Kalau memang benar gubernurnya pilihan rakyat maka perlu dipertanyakan rakyat yang mana ? Pasangan Gatot dan Tengku yang memenangkan Pilgub Sumut hanya meraup suara 279.156 dari 2.121.551 pemilih terdaftar.

Ini jelas menunjukkan bahwa rakyat sudah muak. Muak dengan segala retorika. Hampir tidak dijumpai adanya kemajuan dalam infrastruktur. Mungkinpun apabila para pejabat di Kota Medan tidak ada, keberlangsungan Kota Medan tetap berjalan. Nah, Apabila Pak Ahok ditolak dari Jakarta, cobalah singgah di Kota Medan. Diyakini pasti tingkat partisipasi pemilih akan melonjak naik oleh karena siapapun di negeri ini sudah mengakui track record Ahok dalam membangun dan menata satu kota.

Baca juga : Keajaiban Candi Jolotundo Bisa Buat Orang Awet Muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!