Agus Mubarok, Pembunuh Sadis Satu Keluarga

Agus Mubarok Membunuh Satu Keluarga Dengan Keji dan Divonis Hukum Mati

Agus Mubarok, tersangka pembunuhan sadis dan telah di vonis hukum mati oleh Pengadilan Negeri Sekayu, Sumatera Selatan (Sumsel). Ia terbukti menjadi otak pembunuhan dengan keji terhadap 1 keluarga, yakni Tasir, Ropiah, Kartini, Winarti dan Apriani.

Kasus bermula saat terjadi jual-beli tanah antara Agus dan Tasir. Tasir dengan secara mendadak membatalkan jual-beli sehinnga itu yang memicu Agus marah dan merencanakan pembunuhan ini.

Kemarahan itu membuatnya berniat membunuh Tasir. Untuk mewujudkan niatnya, ia meminta bantuan kawannya, yaitu Purwanto, Abdul Kohar, Anak dan Uuk. Agus berjanji akan memberikan sejumlah imbalan uang. Ketiganya pun tergiur dengan tawaran tersebut dan sekawan itu mulai menyusun aksinya.

Setelah rencana disusun matang, mereka berlima mendatangani rumah Tasir di Jalur 16 Desa Indra Pura, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, pada 4 Mei 2016. Agus memberi komando untuk menghabisi nyawa seluruh penghuni rumah.

Sejurus kemudian, mereka menghabisi nyawa seisi rumah. Kartini tewas setelah empat kali dipukul dengan kayu. Disusul Tasir. Cucu mereka yang masih belia juga dihabisi.

Setelah kelimanya tak bernyawa, mereka memasukkan jenazah ke karung dan mengikat karung itu. Dengan menggunakan sepeda motor, kelima karung itu dibawa ke Sungai Musi dan membuangnya ke Sungai Musi dan membuangnya ke sungai.

Baca Juga : Peruntungan Shio di Tahun Ayam Api 2017

Saat hendak ditenggelamkan, Tasir dan Kartini ternyata masi bernyawa. Keduanya sempat berontak. Pelaku buru-buru menutup mulut Tasir dan Kartini dengan lakban. Secepatnya, karung yang berisi orang itu ditenggelamkan setelah diisi dengan pasir untuk pemberat.

Satu per satu mayat mereka terangkat ke permukaan dan warga yang menemukannya menjadi gempar. Polisi datang dan segera melakukan olah TKP. Polisi yang bertindak cepat akhirnya menangkap sekawanan bejat tersebut. Mereka diproses dengan hukum yang berlaku.

Atas perbuatannya, PN Sekayu menjatuhkan hukuman mati kepada Agus. Vonis mati itu dijatuhkan oleh ketua majelis Sobandi dengan anggota Decky Christian dan Arlen Veronica. Hukuman mati itu sesuai dengan tuntutan jaksa.

Adapun Purwanto, Abdul Kohar, dan Uuk dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Hukuman ketiganya lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yang menuntut penjara seumur hidup. Hukuman bagi keempatnya dibacakan pada Kamis (5/1) lalu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!